create your own banner at mybannermaker.com!

April 11, 2011

Kill Your Darling!!

Bismillahirahmanirahim...


Dalam penulisan, sering terjadi sesuatu frasa yang kita anggap paling indah, bernas dan hebat. Sebenarnya tidak sebegitu dalam realitinya. Walaupun selalu diingatkan supaya kita menyunting sendiri tulisan kita, frasa yang kononnya sangat indah itu tidak akan kita buang. Kata Sifu yang selalu mengkritik penulisanku.

"Munasabahkah kita membuang sesuatu yang kita sayang?", aku bersoal jawab sendirian.



Justeru, kita perlukan orang lain menyunting tulisan kita. Dan hanya pada ketika itu sahaja frasa kesayangan kita dipotong atau diperbaiki. "Kill Your Darling" itulah istilah yang selalu digunakan dalam bidang penulisan. Setelah 'darling' itu dibunuh, hasil tulisan kita akan menjadi lebih baik, bernas dan tepat.

Teman...

Kekadang kehidupan kita seperti itu juga. Sentiasa ada individu, sikap, pendirian atau pandangan hidup yang kita anggap benar tetapi hakikatnya tidak. walaupun kita cuba bermuhasabah, ia tidak akan kelihatan juga sebab ia sudah terlalu dekat dengan diri kita. 

Cuba dekatkan sedekat-dekatnya tapak tangan kita ke mata sendiri. Semakin dekat, semakin kecil radius penglihatan kita dan ia semakin kabur. Maka begitulah sikap, pandangan dan individu yang terlalu hampir dengan kita.. kekadang sudah terlalu 'hampir' hingga kita menjadi 'buta' untuk melihatnya. 

Boleh jadi dia seorang teman yang rapat. Tetapi hakikatnya dia adalah musuhmu yang ketat. tetapi oleh sebab terlalu sayang, onarnya kabur di mata kita. Mungkin kerana pandainya dia melayan perasaan dan impian kita, lalu kita letakkan seluruh kepercayaan, padahal dia sedang bersiap sedia mengkianati kita.

Mungkin ia sebuah buku yang kita kelek ke sana ke mari. Kita baca berulang kail, lau pengarangnya kita sanjung dan junjung. Namun hakikatnya, buku itu jauh dari hidayah, tersasar dari taufik Allah. Sedangkan bertahun-tahun kita sudah berhujah, membuat keputusan dan bertindak atas suluhan buku yang kabur itu.

Mungkin juga ia sebuah organisasi yang kita anggap payung dan pelindung, tetapi sebenarnya ia adalah penyekat karier dan kerjaya kita untuk terus maju dan pergi jauh. Kita sangkakan ia pelindung dari hujan dan mentari, tetapi rupa-rupanya tidak..ia adlah hijab fikiran dan minda kita melihat horizon peluang dan ruang yang lebih luas dan dalam.

Ah teman..

Boleh jadi amalan yang kita anggap sangat menyelamatkan. mungkin juga satu gelar kesolehan, status ibadah atau status sosial yang begitu menenteramkan, melegakan, namun tanpa disedari itulah terowong bagi ujub, riyak dan sumaah mencelah.

rasa baik, tenteram dan aman yang dihadiahkan oleh amal dan gelar itu rupa-rupanya membawa ke daerah rasa tidak berdosa atau kurang berdosa. satu jurang yang paling ditakuti oleh para solihin dan mukminah.

Carilah di mana kecintaanmu yang mungkin membutakan mata hatimu. Belajarlah dari kisah Nabi Ibrahim a.s yang diperintahkan menyembelih kecintaannya Nabi Ismail a.s. Seorang anak yang soleh, taat dan setia manakan mungkin menjadi hijab cintanya kepada Yang Esa?

Namun Allah menguji Nabi Ibrahim a.s agar mengutamakan cinta Allah daripada yang lain. Siapa sangka Ibrahim yang pernah tega 'menyembelih' kebencian pada wajah ratusan berhala, kemudian menyembelih 'kecintaan' di wajah anaknya sendiri?

Teman...

Aku seperti kamu jua. Kerap dibutakan oleh cinta. Siapakah 'Ismail-Ismail' dalam hidup kita? Carilah semua itu disebalik pendirian, prinsip, gelaran, jawatan, amal, pasangan, teman dan segalanya yang menjadi kesayanganmu. 'Sunting' tulisan hidupmu dengan imbasan dan suluhan doa. Mudah-mudahan Allah akan memberikan kita panduan dan keberanian untuk jadi seperti Ibrahim a.s .... 

'Kill Your Darling' dalm kehidupan!

1 comments:

xmunasabah..tapi kalau keaadaan memakse terpakse juga buang..=)singgah and follow u..

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More