create your own banner at mybannermaker.com!

February 04, 2010

antara hati & perasaan..ke-22

Bismillahirahmanirahim.......

Tarikh ini amat bermakna buatku..banyak kisah suka duka berlaku pada tarikh ni..pada tarikh ni jugalah banyak peristiwa-peristiwa sejarah yang berlaku..erm ke aku je yang perasan memandangkan tarikh ni aku dilahirkan..ala orang lain pun perasan juga..tak salah kan??huhu..itu tandanya kita alert apa yang berlaku pada persekitaran..

tarikh keramat ini merupakan ulang tahun kelahiran ku yang ke-22. ini bermakna aku sudah hidup dunia ini selama 22tahun.pergh..Kebetulan masa aku dilahirkan pun hari khamis..nampaknya betul la pusingan rodaNYA...kata Dia yang Maha Esa di dalam kitabNya yang mulia:

"Demi masa(1), sesungguhnya manusia itu di dalam kerugian(2),.."

Sejenak ku melontarkan minda ku beberapa tahun kebelakang bagi mengimbau kembali zaman kanak-kanak ku dan zaman remaja ku.hmm..terlontar pertanyaan ini dalam benak fikiran ku "apakah selama 22 tahun ini sudah ku habiskan dengan penuh rasa kesyukuran?, apakah selama 22 tahun di dunia ini aku telah habiskan sebagai hambaNya yang soleh?, apakah selama 22tahun ini aku telah habiskan dengan berbakti dan kepadaNya?"...mungkin ada sebahagian daripada waktu itu, ataupun hanya beberapa jam atau pun minit sahaja..Astagfirullah..sungguh derhaka diri ku ini...Ya Allah, ampunilah hambaMu yang hina ini...dapat ku rasakan bahawa diri ini masih belum memenuhi syarat yang ditetapkan dalam sambungan surah surah Al-Asr :

" ..kecuali mereka yang beriman dan mereka yang menyeru kepda kebenaran dan menyeru kepada kesabaran(3)"

Apa pun, hidup ini masih belum berakhir.semoga aku dapat menghabiskan sisa-sisa baki hidup ini dengan penuh rasa kesyukuran terhadapaNya,semoga aku dapat jalani hidup ini sebagai seorang hambaNya yang solehah dan muslehah, dan semoga dapatku akhiri hayat ini sebagai pejuang di jalanNya.semoga kurniaan lebihan hidup ini dapatku manfaatkan secukupnya..insyaAllah.

Sambutan yang menjadi kenangan...

Pada malam ambang 4hb itu aku menghadiri mesyuarat IMAN untuk program yang akan kami laksanakan pada 5-6hb iaitu Program Hujung Minggu Bersama IMAN.jemput hadir ya...bagiku ia hanya seperti malam-malam kebiasaannya..tapi hatiku sangat berdebar..sebab seblum ini aku pernah menyambut birthday sahabat2 ku yang lain..pelbagai modul aku kenakan pada mereka..ntah la time ni aku sangat gila-gila orang nya..tambahan lagi antara muslimah..otak aku amat geliga untuk buat jahat..

dan lebih kurang pukul11malam meeting kami beransur nak habis..aku melihat kelibat sahabat2..diri ini tetiba terasa nak keluar terus dari meeting tu..aku trus bangkit dari tempat duduk ku untuk beredar..tapi nyanyi ALLAH SELAMATKAN KAMU sempat diperdendangkan..tiba la masa untuk aku beri speech sepatah dua kata..tapi diri ini berat untuk berkata-kata memandangkan mataku amat mengantuk..dan aku perasan suaraju mulai garau..menyebabkan diri ini tidak berani untuk berkata-kata biar pun sepatah dua kata..aku bimbang suara ini akan menjadi fitnah dunia..maaf ya sahabat2..bukan niatku utk tidak sporting..tapi memang tabiat aku tidak bercakap banyak bila mana tiba masanya..biar lah seiring gerak kerja mata dan mulut..tapi...ada juga tapinya..nampaknya prinsip aku sedikit goyah..aku menuturkan sepatah dua kata untuk mengambil hati mereka..tapi aku mengerti tiada siapa pun yang faham apa yang aku tuturkan..lantak la...

aku sampai umah sewa lebih kurang 12lbh..humate ku semua tak tidor lagi..masing-masing menantiku dengan penuh kesabaran.aku tidak dapat bayangkan apa yang mereka lakukan semasa menanti aku pulang..sekali lagi aku mengecewakan humate2 aku..ntah la aku tidak tahu apa yang perlu dituturkan untuk menunjukkan perasaan bersalah aku pada mereka..thank ye 4 the present..insyaallah muat kot..huhu..n kek radix tu gak...t aku g survey berapa harganya...ni la 1st time kami makan kek radix..xtaw ble blh rasa lagi..kek dye lembut sangat..ada gambar DORA THE EXPLORE lagi..ibarat aku la tu..kata mereka..maksudnya mereka melepaskan geram pada kek tu terhadap segala tingkah laku ku..yeke???gurau je...kata mereka DORA tu sebab nama aku BADURA...aku akan ingat kek dan present tu..


Muraqabah (merasa selalu diawasi Allah),
Muhasabah (melakukan introspeksi),
dan Muaqabah (bertaubat, memperbaiki kesalahan)

Muraqabah

Muraqabah ertinya merasa selalu diawasi oleh Allah SWT sehingga dengan kesedaran ini mendorong manusia senantiasa rajin melaksanakan perintah dan menjauhi larangan-Nya. Sesungguhnya manusia hakikinya selalu berhasrat dan ingin kepada kebaikan dan menjunjung nilai kejujuran dan keadilan, meskipun tidak ada orang yang melihatnya.

Kehati-hatian (mawas diri) adalah kesadaran. Kesadaran ini makin terpelihara dalam diri seseorang hamba jika meyakini bahwa Allah SWT senantiasa melihat dirinya.

Syeikh Ahmad bin Muhammad Ibnu Al Husain Al Jurairy mengatakan,

“Jalan kesuksesan itu dibangun di atas dua bagian. Pertama, hendaknya engkau memaksa jiwamu muraqabah (merasa diawasi) oleh Allah SWT. Kedua, hendaknya ilmu yang engkau miliki tampak di dalam perilaku lahiriahmu sehari-hari.”

Syeikh Abu Utsman Al Maghriby mengatakan,

« “Abu Hafs mengatakan kepadaku, ‘manakala engkau duduk mengajar orang banyak jadilah seorang penasehat kepada hati dan jiwamu sendiri dan jangan biarkan dirimu tertipu oleh ramainya orang berkumpul di sekelilingmu, sebab mungkin mereka hanya melihat wujud lahiriahmu,sedangkan Allah SWT memperhatikan wujud batinmu.” »

Dalam setiap keadaan seorang hamba tidak akan pernah terlepas dari ujian yang harus disikapinya dengan kesabaran, serta nikmat yang harus disyukuri.

Muraqabah adalah tidak berlepas diri dari kewajiban yang difardhukan Allah SWT yang mesti dilaksanakan, dan larangan yang wajib dihindari. Muraqabah dapat membentuk mental dan kepribadian seseorang sehingga ia menjadi manusia yang jujur.

« Berlaku jujurlah engkau dalam perkara sekecil apapun dan di manapun engkau berada.

Kejujuran dan keikhlasan adalah dua hal yang harus engkau realisasikan dalam hidupmu.
Ia akan bermanfaat bagi dirimu sendiri. Ikatlah ucapanmu, baik yang lahir maupun yang batin, karena malaikat senantiasa mengontrolmu. Allah SWT Maha Mengetahui segala hal di dalam batin. Seharusnya engkau malu kepada Allah SWT dalam setiap kesempatan dan seyogyanya hukum Allah SWT menjadi pegangan dlam keseharianmu. Jangan engkau turuti hawa nafsu dan bisikan syetan, jangan sekali-kali engkau berbuat riya’ dan nifaq. Tindakan itu adalah batil. Kalau engkau berbuat demikian maka engkau akan disiksa.

Engkau berdusta…. ???,padalah Allah SWT mengetahui apa yang engkau rahasiakan. Bagi Allah tidak ada perbedaan antara yang tersembunyi dan yang terang-terangan, semuanya sama.

Bertaubatlah engkau kepada-Nya dan dekatkanlah diri kepada-Nya (Bertaqarrub) dengan melaksanakan seluruh perintah-Nya dan menjauhi seluruh larangan-Nya.” » [1]

وَأَنْ لَيْسَ لِلإنْسَانِ إلاَّ مَا سَعَى وَأَنَّ سَعْيَهُ سَوْفَ يُرَى ثُمَّ يُجْزَاهُ الْجَزَاءَ اْلأَوْفَى وَأَنَّ إِلَى رَبِّكَ الْمُنْتَهَى

وَأَنَّهُ هُوَ أَضْحَكَ وَأَبْكَى وَأَنَّهُ هُوَ أَمَاتَ وَأَحْيَا

“Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh
selain apa yang telah diusahakannya, dan bahwasanya usahanya itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya). Kemudian akan diberi balasan kepadanya
dengan balasan yang paling sempurna, dan bahwasanya kepada Tuhanmulah kesudahan (segala sesuatu), dan bahwasanya DIA yang menjadikan orang tertawa dan menangis, dan bahwasanya DIA yang mematikan
dan yang menghidupkan.”
(QS. An-Najm: 39-44)

Muhasabah

Muhasabah berarti introspeksi diri, menghitung diri dengan amal yang telah dilakukan. Manusia yang beruntung adalah manusia yang tahu diri, dan selalu mempersiapkan diri untuk kehidupan kelak yang abadi di yaumul akhir.

Dengan melakasanakan Muhasabah, seorang hamba akan selalu menggunakan waktu dan jatah hidupnya dengan sebaik-baiknya, dengan penuh perhitungan baik amal ibadah mahdhah maupun amal sholeh berkaitan kehidupan bermasyarakat.

Allah SWT memerintahkan hamba untuk selalu mengintrospeksi dirinya dengan meningkatkan ketaqwaannya kepada Allah SWT.

Diriwayatkan bahwa pada suatu ketika Sayyidina Ali bin Abi Thalib r.a. Melaksanakan shalat shubuh. Selesai salam, ia menoleh ke sebelah kanannya dengan sedih hati. Dia merenung di tempat duduknya hingga terbit matahari, dan berkata ;

« “Demi Allah, aku telah melihat para sahabat (Nabi) Muhammad SAW. Dan sekarang aku tidak melihat sesuatu yang menyerupai mereka sama sekali. Mereka dahulu berdebu dan pucat pasi,
mereka melewatkan malam hari dengan sujud dan berdiri karena Allah, mereka membaca kitab Allah dengan bergantian (mengganti-ganti tempat) pijakan kaki dan jidat mereka apabila menyebut Allah, mereka bergetar seperti pohon bergetar diterpa angin, mata mereka mengucurkan air mata membasahi pakaian mereka dan orang-orang sekarang seakan-akan lalai
(bila dibandingkan dengan mereka).” »

Muhasabah dapat dilaksanakan dengan cara meningkatkan ubudiyah serta mempergunakan waktu dengan sebaik-baiknya. Berbicara tentang waktu, seorang ulama yang bernama Malik bin Nabi berkata ;

« “Tidak terbit fajar suatu hari, kecuali ia berseru, “Wahai anak cucu Adam, aku ciptaan baru yang menjadi saksi usahamu. Gunakan aku karena aku tidak akan kembali lagi sampai hari kiamat.” » [2]

Waktu terus berlalu, ia diam seribu bahasa, sampai-sampai manusia sering tidak menyedari
kehadiran waktu dan melupakan nilainya. Allah SWT bersumpah dengan berbagai kata yang menunjuk pada waktu.seperti Wa Al Lail (demi malam), Wa An Nahr (demi siang), dan lain-lain.

Waktu adalah modal utama manusia. Apabila tidak dipergunakan dengan baik, waktu akan terus berlalu. Banyak sekali hadits Nabi SAW yang memperingatkan manusia agar mempergunakan waktu dan mengaturnya sebaik mungkin.

نِعْمَتَانِ مَغْبُوْنٌ فِيْهِمَا َكثِيْرٌ مِنَ النَّاسِ، الصِّحَّةُ وَ الفَرَاغُ

“Dua nikmat yang sering disia-siakan banyak orang:
Kesihatan dan kesempatan (waktu luang).”
(H.R. Bukhari melalui Ibnu Abbas r.a).

Mu’aqabah

Muaqabah artinya pemberian sangsi terhadap diri sendiri. Apabila melakukan kesalahan atau sesuatu yang bersifat dosa maka ia segera menghapus dengan amal yang lebih utama meskipun terasa berat, seperti berinfaq dan sebagainya.

Kesalahan maupun dosa adalah kesesatan. Oleh karena itu agar manusia tidak tersesat hendaklah manusia bertaubat kepada Allah, mengerjakan kebajikan sesuai dengan norma yang ditentukan untuk menuju redha dan ampunan Allah.

Berkubang dan hanyut dalam kesalahan adalah perbuatan yang melampaui batas dan wajib ditinggalkan. Di dalam ajaran Islam, orang baik adalah orang yang mana berbuat salah, bersegera mengakui dirinya salah, kemudian bertaubat, dalam erti kembali ke jalan Allah dan berniat dan berupaya kuat untuk tidak akan pernah mengulanginya untuk kedua kalinya.

Shadaqallahul’azhim. Allahu A’lamu Bissawab.






di kesempatan ini, aku ucapkan jutaan terima kasih buat semua sahabat-sahabatku yang masih mengingati hari yang berbahagia ini. semoga Allah memberkati kalian semua..wallahualam..(^_^)

0 comments:

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More