Mukadimah

Ya Allah, Aku mohon kepadaMu agar Kau catatkan siapa pun yang membaca blog ini, menjadi orang-orang yang Engkau angkat kerajaannya. Engkau ampuni seluruh dosa-dosanya. Engkau buka hati yang tertutup. Engkau lembutkan hati yang keras membatu. Engkau cahayai hati yang gelap gelita. Ya Allah jadikan perkongsian ilmu ini membuatkan sisa umur kami penuh berkah. Terpelihara dari fitnah dan musibah. Ya Allah, aku juga mohon padaMu agar aku dikuatkan iman dan ketaatan padaMU...Ameen.
create your own banner at mybannermaker.com!

January 30, 2010

Intelektualitas & Akhlak Tentera Allah


“Ruh-ruh itu adalah tentera-tentera yang selalu siap siaga, yang telah saling mengenal maka ia (bertemu) dan bersatu, sedang yang tidak maka akan saling berselisih (dan saling mengingkari)”. (HR. Muslim)

Inilah karektor roh dan jiwa manusia, ia adalah tentera-tentera yang selalu siap siaga, kesatuaannya adalah kunci kekuatan, sedang perselisihannya adalah sumber bencana dan kelemahan. Jiwa adalah tentera Allah yang sangat setia, ia hanya akan dapat diikat dengan kemuliaan Yang Menciptakanya.

Ada satu article bertajuk JUNDULLAH oleh Said Hawwa dalam kandungannya menceritakan tentang konspirasi dunia international. Hati ini terlalu tertarik dengan artikel tersebut kerana kebanyakan kata-katanya dipetik dari dunia Barat.

Dalam wawancara dengan beberapa wartawan, Salazar pernah mengungkapkan "Bahaya yang sebenarnya hanya dapat dilakukan oleh kaum muslimin kerana mereka memiliki kemampuan untuk mengubah sistem dunia".

Marma Duke B. mengatakan "Kaum muslimin mampu menyebarluaskan peradaban mereka ke dunia saat ini dengan kecepatan yang sama, seperti yang telah mereka lakukan sebelumnya. Itu jika mereka tetap mempertahankan konsep perilaku yang mereka pegang pada period generasi awal mereka. kerana, dunia yang kosong ini, tidak akan mampu menahan serbuan roh peradaban mereka".

Lothrop Stoddard berkata dalam bukunya Dunia Baru Islam "Orang-orang Barat banyak yang merasa takut terhadap keberadaan Khilafah, bukan ibadah haji". padahal, ibadah haji adalah faktor yang lebih besar dan berpengaruh dimana seluruh muslimin bersatu dalam rasa bangga akan persatuan mereka.

Allah berfirman yang ertinya:

“Dan Yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman). Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, nescaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”. (QS. 8:63)

Dan tiada satupun ikatan yang paling kokoh untuk mempertemukannya selain ikatan akidah dan keimanan. Imam Syahid Hasan Al Banna berkata:“Yang saya maksud dengan ukhuwah adalah terikatnya hati dan rohani dengan ikatan aqidah. Aqidah adalah sekokoh-kokoh ikatan dan semulia-mulianya. Ukhuwah adalah saudaranya keimanan, sedangkan perpecahan adalah saudara kembarnya kekufuran”. (Risalah Ta’lim, 193)

Sebab itu, hanya dengan kasih mengasihi kerana Allah hati akan bertemu, hanya dengan membangun jalan ketaatan hati akan menyatu, hanya dengan meniti di jalan dakwah ia akan berpadu dan hanya dengan berjanji menegakkan kalimat Allah dalam panji-panji jihad fisabilillah ia akan saling erat bersatu. Maka sirami taman persaudaraan ini dengan sumber mata air kehidupan sebagai berikut:

1. Sirami dengan mata Air Cinta dan Kasih sayang

Kasih sayang adalah fitrah semulajadi dalam jiwa setiap manusia, siapapun memilikinya sesungguhnya ia memiliki segenap kebaikan dan siapapun yang kehilangannya sesungguhnya ia ditimpa kerugian. Ia menghiasi yang mengenakan dan ia menistakan yang menanggalkan. Demikianlah wasiat manusia yang agung akhlaknya.Taman persaudaraan ini hanya akan subur oleh ketulusan cinta, bukan sikap bermuka-muka dan kemunafikan. Taman ini hanya akan hidup oleh kejujuran dan bukan sikap selalu membenarkan. Ia akan tumbuh berkembang oleh suasana nasihat menasihati dan bukan sikap tidak peduli, ia akan bersemi oleh sikap saling menghargai bukan sikap saling menjatuhkan, ia hanya akan mekar bunga-bunga tamannya oleh budaya menutup aib diri dan bukan saling menelanjangi. Hanya ketulusan cinta yang sanggup mengalirkan mata air kehidupan ini, maka saringlah mata airnya agar tidak bercampur dengan iri dan dengki, tidak keruh oleh hawa nafsu, egoisme dan emosi, suburkan nasihatnya dengan bahasa empati dan tumbuhkan penghargaannya dengan kejujuran dan keikhlasan diri. Maka nescaya ia akan menyejukkan pandangan mata yang menanam dan menjengkelkan hati orang-orang kafir (QS.48: 29).

2. Sinari dengan cahaya dan petunjuk jalan

Bunga-bunga tamannya hanya akan mekar merekah oleh sinar mentari petunjuk-Nya dan akan layu kerana tertutup oleh cahaya-Nya. Maka bukalah pintu hatimu agar tidak tertutup oleh sifat kesombongan, rasa kagum diri dan penyakit merasa cukup. Sebab ini adalah penyakit umat-umat yang telah Allah binasakan. Dekatkan hatimu dengan sumber segala cahaya (Al-Quran) nescaya ia akan menyedarkan hati yang terlena, mengajarkan hati yang bodoh, menyembuhkan hati yang sedang sakit dan mengalirkan energi hati yang sedang letih dan kelelahan. Hanya dengan cahaya, kegelapan akan tersibak dan kepekatan akan memudar hingga nampak jelas kebenaran dari kesalahan, keikhlasan dari nafsu, nasihat dari menelanjangi, memahamkan dari mendikte, objektivitas dari subjektivitas, ilmu dari kebodohan dan petunjuk dari kesesatan. Sekali lagi hanya dengan sinar cahaya-Nya, jendela hati ini akan terbuka. “Maka apakah mereka tidak merenungkan Al Quran ataukah hati mereka telah terkunci”. (QS. 47:24)

3. Bersihkan dengan sikap lapang dada

Minima cinta kasih adalah kelapangan dada dan maksimanya adalah itsar (mementingkan orang lain dari diri sendiri) demikian tegas Hasan Al Banna. Kelapangan dada adalah modal kita dalam menyuburkan taman ini, sebab kita akan berhadapan dengan pelbagai ragam orang, dan “siapapun yang mencari saudara tanpa salah dan cela maka ia tidak akan menemukan saudara” inilah pengalaman hidup para ulama kita yang terungkap dalam bahasa kata untuk menjadi pedoman dalam kehidupan. Sikap berlapang dada akan melahirkan sikap selalu memahami dan bukan minta difahami, selalu mendengar dan bukan minta didengar, selalu memperhatikan dan bukan minta perhatian, dan belumlah kita memiliki sikap berlapang dada yang benar bila kita masih selalu memposisikan orang lain seperti posisi kita, meraba perasaan orang lain dengan radar perasaan kita, menyelami logik orang lain dengan logik kita, maka berlapang dada menuntut kita untuk lebih banyak mendengar dari berbicara, dan lebih banyak berbuat dari sekadar berkata-kata. “Tidak sempurna keimanan seorang mukmin hingga ia mencintai saudaranya seperti ia mencintai dirinya”. ( HR. Bukhari Muslim)

4. Hidupkan dengan Ma’rifat

Hidupkan bunga-bunga di taman ini dengan berma’rifat kepada Allah dengan sebenar-benar ma’rifat. Ma’rifat bukanlah sekadar mengenal atau mengetahui secara teori, namun ia adalah pemahaman yang telah mengakar dalam hati kerana terasah oleh banyaknya renungan dan tadabbur, tajam oleh banyaknya zikir dan fikir, sibuk oleh aib dan kelemahan diri hingga tak ada sedikitpun waktu tersisa untuk menanggapi ucapan orang-orang yang jahil terlebih menguliti kesalahan dan aib saudaranya sendiri, tak ada satupun masa untuk menyebarkan informasi dan berita yang tidak akan menambah amal atau menyelesaikan masalah terlebih menfitnah atau menggosip orang. Hanya hati-hati yang disibukkan dengan Allah yang tidak akan dilenakan oleh Qiila Wa Qaala (banyak bercerita lagi berbicara) dan inilah ciri kedunguan seorang hamba sebagaimana yang ditegaskan Rasulullah apabila ia lebih banyak berbicara dari berbuat, lebih banyak bercerita dari beramal, lebih banyak berangan-angan dan bermimpi dari beraksi dan berkontribusi. “Di antara ciri kebaikan Keislaman seseorang adalah meninggalkan yang sia-sia”. ( HR. At Tirmidzi).

5. Tajamkan dengan cita-cita Kesyahidan

“Pasukan yang tidak punya tugas sangat berpotensi membuat kekacauan” inilah pengalaman medan para pendahulu kita untuk menjadi sendi-sendi dalam kehidupan berjamaah ini. Kerinduan akan syahid akan lebih banyak menyedut tenaga kita untuk beramal dari berpangku tangan, lebih berkompetisi dari menyerah diri, menyibukkan untuk banyak memberi dari mengoreksi, untuk banyak berfikir hal-hal yang pokok dari hal-hal yang cabang. “Dan barang siapa yang meminta kesyahidan dengan penuh kejujuran, maka Allah akan menyampaikanya walaupun ia meninggal di atas tempat tidurnya”. ( HR. Muslim)

“Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui bahwa hati-hati ini telah bersatu berkumpul untuk mencurahkan mahabbah hanya kepadaMu, bertemu untuk taat kepada-Mu, bersatu dalam rangka menyeru (dijalan)-Mu, dan berjanji setia untuk membela syariat-Mu, maka kuatkanlah ikatan pertaliannya, ya Allah, abadikanlah kasih sayangnya, tunjukkanlah jalannya dan penuhilah dengan cahaya-Mu yang tidak pernah redup, lapangkanlah dadanya dengan limpahan iman dan keindahan tawakkal kepada-Mu, hidupkanlah dengan ma’rifat-mu, dan matikanlah dalam keadaan syahid di jalan-mu. Sesungguhnya Engkau sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong”.

Amin…

January 18, 2010

Mengapa perlu aku sia-siakanya

Subuhnya
di mana aku berada
masih enak dalam kelambu rindu
sambil berpoya-poya dengan waktu
masa bagaikan menderu
langkah tiada arah tuju
fikiran terus bercelaru
terlupa aku semakin dihujung waktu
siapa aku di depan Tuhan ku.

Zuhurnya
aku lebih memikirkan kelaparan
kehausan dan rehatku
aku lebih mementingkan tuntutan harianku
aku bertolak ansur dengan waktu
aku gembira membilang keuntungan
aku terlupa betapa besar kerugian
jika aku mengadaikan sebuah ketaatan

siapa aku di depan Tuhan ku.

Asarnya
aku lupa warna masa
cepat berubah bagaikan ditolak-tolak
aku masih dengan secawan kopiku
terlupa panas tidak dihujung kepala
aku masih bercerita
tentang si Tuah yang setia dan si Jebat yang derhaka
siapa aku di depan Tuhan ku

Maghribnya
aku melihat warna malam
tetapi aku masih berligar di sebalik tabirnya
mencari sisa-sisa keseronokan
tidak terasa ruang masa yang singkat
jalan yang bertongkat-tongkat
ruginya bertingkat-tingkat
siapa aku di depan Tuhan ku.

Isyaknya
kerana masanya yang panjang
aku membiarkan penat menghimpit dadaku
aku membiarkan kelesuan mengangguku
aku rela terlena sambil menarik selimut biru
bercumbu-cumbu dengan waktuku
siapa aku di depan Tuhan ku.
kini aku menjadi tertanya-tanya
sampai bila aku akan melambatkan sujudku
apabila azan berkumandang lagi
aku tidak akan membiarkan Masjid menjadi sepi
kerana di hujung hidup ada mati
bagaimana jenazah akan dibawa sembahyang di sini
jika ruangku dibiarkan kosong
jika wajahku menjadi asing
pada mentari dan juga bintang-bintang.

January 12, 2010

Keep Your Thyroid Healthy

بسم الله الرحمن الرحيم..
My first love is to ALLAH..ISLAM is my religion...I am a women with a weakness and not perfect as a muslim..still to find a better way to my life..improved myself to be a good and strong muslimah..I must say I feel very blessed to be Muslim..for the sake La Ill Allah Muhammadun Rasulullah...Ntah kenapa aku nak share post tentang organ ni...!?



You’ve been told you’re fine when you know that you’re not. You’re sick, tired and aggravated. What could be wrong? It may be your thyroid. In recognition of Thyroid Awareness Month, I’ll explain how to keep this vital gland in tip-top health…


Have you been given an antidepressant when you’re not depressed? Told your fatigue is due to fibromyalgia? In fact, your tiredness and other symptoms could be caused by thyroid disease. Many doctors misdiagnose it.

Undiagnosed thyroid disease can lead to other major health problems, such as obesity, diabetes and heart disease. About 21 million American women suffer from thyroid disorders, according to the American Association of Clinical Endocrinologists.

Why Your Thyroid’s Important
The small butterfly-shaped gland below your Adams apple – which weighs 25 grams, about as much as a small mouse – secretes hormones that are critical to your body's functioning.

It helps regulate heart rate, breathing and body temperature. It also affects your skin’s appearance, how fast your hair grows and your ability to become pregnant.

The thyroid is like your house circuit breaker. When the switch is on, there’s power. When it’s off, you can fuss with the outlets and lights, but none will work until the main breaker is turned back on.

It’s the same with your thyroid gland: Proper output of the thyroid’s two main hormones, T3 and T4, makes you feel well. When the gland doesn’t function right, your whole body seems to fall apart.

The two main thyroid disorders are hypothyroidism, when the gland doesn’t produce enough hormones, and hyperthyroidism, when it produces too much.

The symptoms of hyperthyroidism (overactive thyroid) include rapid, forceful heartbeats; breathlessness; weight loss; insomnia; nervousness or irritability; increased appetite; sweaty skin; and light or absent periods.

But more people suffer from hypothyroidism (underactive thyroid), which causes weight gain, hair loss, depression, heavy menstrual flow, thinning eyebrows, infertility and brittle nails, among other symptoms.

By Suzy Cohen, R.Ph., Lifescript Pharmacist

January 06, 2010

Sabar senjata ampuh hadapi ranjau


Muhasabah diri cari punca kegagalan, kesilapan sebelum merancang azam baru

TAHUN silih berganti, hari-hari yang berlalu memberi pengalaman berharga kepada insan yang mahu belajar daripada kesilapan. Semakin matang dan bermanfaatnya ilmu semakin cerahlah pandangan seseorang dalam memahami jalan hidupnya. Tentulah ilmu dan hidayah Allah saja menunjukkan perbezaan di antara al-Haq dan bathil.

Memahami jalan sulit menembusi cabaran duniawi, mengenal makna hidup dan arah tujuan, apa diperjuangkan dan impian yang dikejar selama ini. Namun, sering muncul persoalan, mengapa kita selalu gagal mencapai azam dengan sempurna?

Alangkah eloknya sebelum merancang azam baru, seseorang itu mencari dan meneliti sebab kegagalannya pada masa lalu, supaya tidak mengulangi lagi kesilapan lama dan tidak kembali jatuh ke dalam lubang sama. Di antara sebab kegagalan seorang mukmin dalam mencapai azam hidupnya ialah:

Perasaan aman berada dalam zon selesa

Manusia sering berasa megah dengan dirinya, rasa sudah banyak amalnya dan melupakan dosanya. Dia begitu selesa, gembira dan yakin dengan keadaannya sekarang. Padahal ibadatnya tidak sempurna, ilmunya cetek, hatinya keras, akhlaknya bermasalah, hubungannya dengan Tuhan terputus-putus, kesibukannya hanya pada aktiviti keseronokan mengikuti kemahuan hawa nafsu.

Tetapi, nikmat duniawi mencurah-curah dalam pelukannya sehingga menenggelamkan ingatan mengenai akhiratnya. Dia berasa sungguh selesa dan lupa kepada dosa-dosanya, kurang sensitif ketika menilai kesilapan diri dan menganggap ibadat yang sedikit boleh menghapuskan dosa besar. Maka itu, dia sembahyang tetapi makan harta riba.

Dia berpuasa tetapi memfitnah dan menyebarkan kebatilan, dia pergi haji tetapi menderhaka kepada ibu bapanya, dia melakukan sembahyang malam tetapi memenuhi siangnya dengan tidur dan tidak bertanggungjawab dengan tugasnya, dia berdakwah ke merata tempat tetapi tidak peduli dengan keluarganya. Jika dia menuntut ilmu maka ilmunya itu menyebabkannya takbur dan memandang rendah orang lain.

Jika seseorang berasa sempurna, suci tanpa dosa sebenarnya dia melakukan dosa dengan perasaan sebegitu. Kerana sikap ini menunjukkan kelalaian, ujub dengan dirinya sendiri dan tidak mengaku hakikat bahawa Allah saja yang Maha Sempurna.

Bahkan ada yang sanggup mengkembarkan pahala dan dosa sekali gus. Tangan kanan memegang tasbih, tangan kiri memegang cawan arak. Adakalanya matanya jinak membaca al-Quran dan suatu ketika liar dalam tontonan cabul. Hari ini menerima duit rasuah esok pula bersedekah, ada masanya pergi umrah tetapi masih juga terpalit dosa berzina. Bagaimana mungkin mereka sanggup menipu Allah, membohongi diri mereka sendiri dan lebih teruknya mereka selesa dengan kehidupan yang sebegini.

Allah SWT berfirman: "Mereka hendak menipu Allah dan orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sedar." (Surah Al-Baqarah ayat: 9) Dan firman-Nya lagi yang bermaksud: "Dan janganlah kamu campur adukkan yang hak dengan yang batil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu sedang kamu Mengetahui." (Surah Al-Baqarah ayat: 42)

Jika mereka menganggap baik perbuatan dosa kerana selesa dengan amal ibadatnya maka susahlah menaruh harapan untuk berjaya meningkatkan prestasi iman di sisi Tuhan.

Disiplin untuk dunia, tidak untuk akhirat

Kejayaan manusia bergantung dengan disiplin diterapkan dalam hidupnya. Kita melihat orang yang begitu hebat mencari harta, menaikkan pangkat dan memuja kuasanya sehingga sanggup bergadai nyawa, menyeksa diri, mengharamkan rehat, meletihkan jasadnya, menghiris perasaannya demi dunia. Mereka begitu disiplin untuk dunia tetapi tidak untuk akhirat.

Allah berfirman yang bermaksud: "Itulah orang yang membeli kehidupan dunia dengan (kehidupan) akhirat, maka tidak akan diringankan seksa mereka dan mereka tidak akan ditolong." (Surah Al-Baqarah ayat: 86)

Betapa kita melihat manusia yang sanggup menghabiskan sepenuh harinya untuk duit akhirnya mati sebelum dapat menikmati hasil titik peluhnya sendiri. Kita melihat mereka kelelahan dengan beban tugas dan tanggungjawab demi wang ringgit hingga tidak cukup masa untuk mengenal Tuhan. Ada pula yang dikongkong oleh anak dan isteri sampai melupakan soalan apabila maut akan datang sudahkah cukup bekalan?

Mengapa kita yang percaya kepada akhirat tidak dapat berdisiplin mematuhi Allah sebagaimana mereka berdisiplin menghambakan diri kepada dunia? Jika mereka sangat menjaga masa mengapa pula kita selalu bersungut bosan dan jemu dengan kehidupan ini? Bukankah al-Quran menjadi penawar, al-Sunnah menjadi pencerah wajah, ilmu dan hidayahnya menjadi teman sepanjang masa, kerja-kerja dakwah, amal dan ibadah juga tanggungjawab yang pasti melebihi masa yang kita ada?

Jika untuk dunia mereka sanggup berdisiplin, mengapa kita tidak mahu berdisiplin untuk akhirat, tempat terakhir dan kekal yang tiada penghabisannya, sedangkan dunia hanya sementara. Bagaimanakah seseorang boleh sampai ke akhirat jika ia menangguhkan perjalanan dan hanya suka bermain-main saja, adakah mungkin dia akan sampai ke tujuan itu?
Kurang sabar dalam beramal

Untuk dunia, manusia sanggup menitiskan air mata, menumpahkan darah, menghiris kalbunya dan memenjarakan kebebasannya. Akan tetapi berapa ramaikah yang sanggup bersabar dalam mentaati Allah, membela agamaNya, dihina kerana iman dan perjuangannya?

Daripada Abdullah bin Ahmad bin Hanbal, beliau berkata: "Aku mendengar ayahku, imam Ahmad bin Hanbal berkata: Moga-moga

Allah merahmati Abul Haitham! Lalu aku bertanya: Siapakah dia Abul Haitham itu? Ayahku bercerita: Dulu apabila aku diheret untuk disiksa dan aku dibawa keluar untuk disebat, tiba-tiba seseorang menarik tanganku dan berkata: Akulah Abul Haitham Al-Ayyar seorang penipu terkenal. Aku sudah merasai 18,000 sebatan dalam beberapa masa dan aku bersabar mentaati syaitan kerana inginkan dunia. Dan Engkau wahai syeikh hendaklah bersabar mentaati Tuhan kerana agamamu."

Sebuah kisah menjadi pegangan dalam memperjuangkan iman, ujian dan dugaan sentiasa datang supaya kita benar-benar cekal dan tangguh, kerana sesungguhnya pemenang adalah mereka yang sabar menghadapi musuh bukannya mereka yang kuat semata-mata. Kesabaran adalah senjata ampuh saat menempuhi ranjau dan Allah tidak menguji hamba-Nya melainkan menurut kemampuannya.

Penulis ialah Mufti Perlis, kini menjadi tamu Pusat Kajian Islam di Universiti Oxford, United Kingdom

*Peringatan untuk diri sendiri..innallahamaa'sobirin..semoga istiqomah dengan perjuangan dan tidak berubah walaupun tersungkur...

January 05, 2010

The Anti-Cancer Diet

Salam'alaykum w.h.b.

Moga dengan nikmat kurniaan Iman dan Islam sama-sama kita syukuri. Nikmat kesihatan yang Allah pinjamkan pada kita, moga dimanfaatkan sebaiknya. Insya Allah. Syukur alhamdulillah, setelah bertahun-tahun mencari teori yang terbaik akhirnya Allah permudahkan juga dan tunjukkan jalan Nya. Alhamdulillah.

Rasulullah s.a.w bersabda, mafhumnya:

Tetaplah kamu dengan Al-Habbatus Sauda' kerana sesungguhnya padanya terdapat penawar bagi segala penyakit kecuali as-saam (mati). [HR Bukhari dan Muslim]

sudah lama rase tidak menaip entri...kesibukan dengan axtiviti tambah-tambah lagi semester baru telah bermula...idea pun berkurang la..huhu..tapi ada sesuatu aku nak share...aku bukanye doktor..tp dulu pernah ambik subject sains...so tak berapa pakar la...tapi pe yang aku nak post ni boleh diguna pakai..INSYAALLAH

Cancer seems like it strikes out of the blue, but at least a third of them may be preventable. A healthy diet is one weapon in your arsenal to ward off the Big C. Find out the foods you should eat and avoid…

Rule No. 1 for preventing cancer? Maintain a healthy weight, says Karen Collins, M.S., R.D., a nutrition advisor to the American Institute for Cancer Research (AICR) in Washington, D.C.

According to the American Cancer Society, more than 187,000 cancer deaths in 2009 were linked to being overweight or obese, not exercising or having a poor diet. It’s the second most-common cause of death in the U. S. – right behind heart disease.

Adult weight gain and abdominal and overall body fat are linked to post menopausal breast cancer, as well as those of the colorectum, pancreas, esophagus, endometrium and kidneys.

That’s because fat, especially around your waist, secretes a variety of hormones into the bloodstream. Those can increase inflammation and encourage cells to grow and divide quickly, boosting your cancer risk.

A healthy, varied diet is an important part of your anti-cancer battle. Certain foods – particularly fruits, vegetables, whole grains and beans – are proven to have cancer-fighting vitamins, minerals, antioxidants, fiber and phytochemicals.

How much of these foods should you eat? Everyone needs a minimum of five servings of non-starchy vegetables and fruits daily, according to the 2007 report Food, Nutrition, Physical Activity, and the Prevention of Cancer: a Global Perspective, published by the AICR and the World Cancer Research Fund.

We also should eat whole – or minimally processed – grains or legumes such as peas and beans at every meal.

This post is from

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More