create your own banner at mybannermaker.com!

November 29, 2009

jadi 'COOL'+POSITIF=????

Bukan senang mahu jadi 'cool'..ada2 shj perkara yg sering membuatkan kita tension, angin satu badan, sepi dan murung hinggakan ada ketikanya perasaan itu tidak dapat dikawal..tetapi sedangkan diri ini tahu sikap negatif dalam diri mampu dan sering memakan diri..ia harus diubah agar lebih byk elemen2 +ve kekal dlm diri...bukan utk membuat org lain suka ttapi utk kepentingn diri sendiri alamak selfish la plak..bukan ape..supaya diri ini xsentiasa dilanda resah gelisah..justeru memohon orang sekeliling utk membantu diri ini...

tetapi kekadang itu nilai -ve dipengaruhi org sekeliling plak..what should i do??perlukah aku menghindari mereka kerna bmbang diri ini dipengaruhi @ sememang diri ini yang bermasalah sebenarnye... sebab itu self-awareness perlu ada.. bilamana kita kenal diri sendiri orang disekeliling tidak mampu mempengaruhi..

teringat aku pasal 1 e-book yang aku baca..tazkiyatun nufus oleh said hawwa.




Kelompok manusia pertama, hatinya mati dan beku. Kelompok kedua, hatinya sakit, keras dan kaku. Adapun kelompok yang ketiga, hatinya hidup, namun keruh dan layu.

YA ALLAH di kelompok manakah aku berada???

sedangkan Rasulullah pun menitikberatkan tentang tazkiyatun nufus.

Dalam do'anya, Rasululah mengatakan:
Ya Allah berikanlah ketaqwaan kepada diriku ini dan sucikanlah ia, Engkau adalah sebaikbaik Dzat yang mensucikannya, Engkau adalah Penolong dan Tuannya. (HR Muslim. 2722).

tapi ape itu Tazkiyatun Nufus

Nabi telah menjelaskan makna tazkiyan nufus dengan sabdanya, meyakini bahwa Allah selalu bersamanya dimanapun ia berada. Hadits tersebut lengkapnya sebagai berikut,

Tiga perkara, barangsiapa mengerjakannya, maka ia pasti merasakan lazatnya iman. Yaitu


1- seseorang yang menyembah Allah semata, bahwa tidak ada sembahan yang hak, kecuali hanya Dia.

2- ia membayarkan zakat mal-nya setiap tahun dengan jiwa yang rela, ia tidak membayarkan (hewan) yang sudah tua, tidak yang kurus, dan tidak pula yang sakit, tetapi (ia membayamya) dari pertengahan harta kalian, karena Allah tidak meminta kepadamu harta yang terbaik dan tidak memerintahkan dari harta yang jelek

3- ia mensucikan dirinya. Maka seseorang bertanya, "Apakah tazkiyatun nufus itu?" Beliau menjawab, "la mengetahui (meyakini), bahwa Allah selalu bersamanya dimanapun ia berada."

tapi sampai mana kebersihan jiwa diri ini..sukarnya untuk evaluate diri...sedihnya...

Kesucian dan kebersihan jiwa tergantung pada muhasabahnya.

Al Hasan Al Bashri berkata,

Sesungguhnya, orang mukmin itu -demi Allah- kamu tidak menyaksikannya, kecuali sedang mengawasi dirinya sendiri. Apa yang saya maksudkan dengan ucapan ini? Apa yang saya inginkan dengan makan ini? Apa yang saya inginkan dengan masuk ke sini atau keluar dari sini?Apa urusan saya dengan ini? Demi Allah, saya tidak kembali kesini? atau sejenis ucapan ini..." Maka dengan muhasabah seseorang itu bisa mengetahui aib dan kekurangannya, hingga ia mampu berusaha dalam memperbaikinya.

mungkin aku yang lalai dalam muhasabah diri..justeru selalu menunding jari pada orang lain..alangkah tertipunya aku dgn diri sendiri..sindrom ghurur menguasai diri ini tanpa sedar..macamana aku ingin menguasai diriku sendiri????teringat aku suatu alkisah sahabat nabi.. kisah Rabi' Ibn Khutsaim

"Saya belum rela dengan seluruh yang ada pada diri saya, sehingga saya tidak punya waktu luang untuk menggunjing orang lain. Sesungguhnya manusia itu takut kepada Allah tentang dosa-dosa orang lain, sedangkan mereka tidak merasa takut atas dosa-dosanya sendiri.

alangkah bagusnya diri ini sekiranya ada sikap begitu..

Hasan Bashri (110H) berkata,
Wahai putra Adam, kamu tidak akan menggapai hakikat iman, sehingga kamu tidak mencela orang lain dengan aib yang juga ada pada dirimu, hingga kamu mulai mengobati aib tersebut dari dirimu. Jika kamu sudah melakukan hal itu dalam dirimu, maka kamu tidaklah memperbaiki suatu aib, melainkan kamu mendapatkan aib lain yang belum kamu perbaiki. Jika kamu telah melakukan hal itu, maka kesibukanmu adalah mengurusi dirimu sendiri. Sesungguhnya hamba yang paling dicintai oleh Allah adalah yang seperti itu.

maksudnya IMAN aku yang ada masalah..apa khabar IMANku sekarang??tepuk dada tanya IMAN..

untuk renungan bersama..biarpun kita berada dilandasan filillah ini xsemestinya kita betul..segala ceruk, segala lubang, segala2nya akan syaitan usahakan untuk menggoda kita..akan ditembusi walaupun sukar ranjaunya..itulah sifat syaitan yang kita sendiri imani..tetapi kekadang diri kita lalai..lalai memuhasabah diri ketika berada dalam kesenangan..kita hanya memuhasabah diri kita ketika dilanda kesusahan..ketika berada dalam kesempitan.. teruknya diri ini..kita selalu beringat dengan sikap riak, 'ujub, kibr tapi kita lupa dengan sikap ghurur..

Aun Ibn Abdillah (wafat 117H) berkata,
Saya kira, setiap orang yang sibuk dengan aib orang lain ialah dikarenakan ghaflah, lalai dari dirinya sendiri.

untuk renungan bersama..semoga Allah mensucikan diri kita, kerana Dialah sebaik-baik yang mensucikan. Dialah pemiliknya dan Tuannya.

0 comments:

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More