Mukadimah

Ya Allah, Aku mohon kepadaMu agar Kau catatkan siapa pun yang membaca blog ini, menjadi orang-orang yang Engkau angkat kerajaannya. Engkau ampuni seluruh dosa-dosanya. Engkau buka hati yang tertutup. Engkau lembutkan hati yang keras membatu. Engkau cahayai hati yang gelap gelita. Ya Allah jadikan perkongsian ilmu ini membuatkan sisa umur kami penuh berkah. Terpelihara dari fitnah dan musibah. Ya Allah, aku juga mohon padaMu agar aku dikuatkan iman dan ketaatan padaMU...Ameen.
create your own banner at mybannermaker.com!

November 29, 2009

SentuhanMU MenyantunkanKu



aku
siapa aku
seringkali aku hanyut dengan keakuanku
pendirianku
keegoaanku
sehingga adakalanya ada hati yang terhiris
dengan bicaraku
dengan sikapku
dan tanpa aku sedari
aku ingin meningkatkan maruah diri
aku juga yang mencacatkan diri
siapa aku
yang sering terkeliru
dengan segala yang mengelilingiku
sehingga aku malu tonjolkan hakikat diriku
hanya ku pendamkan didalam hati
sehingga aku kurang pasti
siapa sebenarnya diri
dibawah topeng hipokrasi
aku ingin kembali
tunjukkan aku jalan pulang
andai ada simpati dihati
dan secubit kasih sayang
yang kupinta agar suaraku didengar
yang kupinta agar kau menjadi teman
yang sudi mengajar
dan membetulkan kesalahanku
bukan menjadi hakim
yang menhukum aku tanpa ihsan
andai hujahku sumbang
andai jalanku pincang
bantulah aku si insan malang
mencari sinar yang gemilang....

jadi 'COOL'+POSITIF=????

Bukan senang mahu jadi 'cool'..ada2 shj perkara yg sering membuatkan kita tension, angin satu badan, sepi dan murung hinggakan ada ketikanya perasaan itu tidak dapat dikawal..tetapi sedangkan diri ini tahu sikap negatif dalam diri mampu dan sering memakan diri..ia harus diubah agar lebih byk elemen2 +ve kekal dlm diri...bukan utk membuat org lain suka ttapi utk kepentingn diri sendiri alamak selfish la plak..bukan ape..supaya diri ini xsentiasa dilanda resah gelisah..justeru memohon orang sekeliling utk membantu diri ini...

tetapi kekadang itu nilai -ve dipengaruhi org sekeliling plak..what should i do??perlukah aku menghindari mereka kerna bmbang diri ini dipengaruhi @ sememang diri ini yang bermasalah sebenarnye... sebab itu self-awareness perlu ada.. bilamana kita kenal diri sendiri orang disekeliling tidak mampu mempengaruhi..

teringat aku pasal 1 e-book yang aku baca..tazkiyatun nufus oleh said hawwa.



Kelompok manusia pertama, hatinya mati dan beku. Kelompok kedua, hatinya sakit, keras dan kaku. Adapun kelompok yang ketiga, hatinya hidup, namun keruh dan layu.

YA ALLAH di kelompok manakah aku berada???

sedangkan Rasulullah pun menitikberatkan tentang tazkiyatun nufus.

Dalam do'anya, Rasululah mengatakan:
Ya Allah berikanlah ketaqwaan kepada diriku ini dan sucikanlah ia, Engkau adalah sebaikbaik Dzat yang mensucikannya, Engkau adalah Penolong dan Tuannya. (HR Muslim. 2722).

tapi ape itu Tazkiyatun Nufus

Nabi telah menjelaskan makna tazkiyan nufus dengan sabdanya, meyakini bahwa Allah selalu bersamanya dimanapun ia berada. Hadits tersebut lengkapnya sebagai berikut,

Tiga perkara, barangsiapa mengerjakannya, maka ia pasti merasakan lazatnya iman. Yaitu


1- seseorang yang menyembah Allah semata, bahwa tidak ada sembahan yang hak, kecuali hanya Dia.

2- ia membayarkan zakat mal-nya setiap tahun dengan jiwa yang rela, ia tidak membayarkan (hewan) yang sudah tua, tidak yang kurus, dan tidak pula yang sakit, tetapi (ia membayamya) dari pertengahan harta kalian, karena Allah tidak meminta kepadamu harta yang terbaik dan tidak memerintahkan dari harta yang jelek

3- ia mensucikan dirinya. Maka seseorang bertanya, "Apakah tazkiyatun nufus itu?" Beliau menjawab, "la mengetahui (meyakini), bahwa Allah selalu bersamanya dimanapun ia berada."

tapi sampai mana kebersihan jiwa diri ini..sukarnya untuk evaluate diri...sedihnya...

Kesucian dan kebersihan jiwa tergantung pada muhasabahnya.

Al Hasan Al Bashri berkata,

Sesungguhnya, orang mukmin itu -demi Allah- kamu tidak menyaksikannya, kecuali sedang mengawasi dirinya sendiri. Apa yang saya maksudkan dengan ucapan ini? Apa yang saya inginkan dengan makan ini? Apa yang saya inginkan dengan masuk ke sini atau keluar dari sini?Apa urusan saya dengan ini? Demi Allah, saya tidak kembali kesini? atau sejenis ucapan ini..." Maka dengan muhasabah seseorang itu bisa mengetahui aib dan kekurangannya, hingga ia mampu berusaha dalam memperbaikinya.

mungkin aku yang lalai dalam muhasabah diri..justeru selalu menunding jari pada orang lain..alangkah tertipunya aku dgn diri sendiri..sindrom ghurur menguasai diri ini tanpa sedar..macamana aku ingin menguasai diriku sendiri????teringat aku suatu alkisah sahabat nabi.. kisah Rabi' Ibn Khutsaim

"Saya belum rela dengan seluruh yang ada pada diri saya, sehingga saya tidak punya waktu luang untuk menggunjing orang lain. Sesungguhnya manusia itu takut kepada Allah tentang dosa-dosa orang lain, sedangkan mereka tidak merasa takut atas dosa-dosanya sendiri.

alangkah bagusnya diri ini sekiranya ada sikap begitu..

Hasan Bashri (110H) berkata,
Wahai putra Adam, kamu tidak akan menggapai hakikat iman, sehingga kamu tidak mencela orang lain dengan aib yang juga ada pada dirimu, hingga kamu mulai mengobati aib tersebut dari dirimu. Jika kamu sudah melakukan hal itu dalam dirimu, maka kamu tidaklah memperbaiki suatu aib, melainkan kamu mendapatkan aib lain yang belum kamu perbaiki. Jika kamu telah melakukan hal itu, maka kesibukanmu adalah mengurusi dirimu sendiri. Sesungguhnya hamba yang paling dicintai oleh Allah adalah yang seperti itu.

maksudnya IMAN aku yang ada masalah..apa khabar IMANku sekarang??tepuk dada tanya IMAN..

untuk renungan bersama..biarpun kita berada dilandasan filillah ini xsemestinya kita betul..segala ceruk, segala lubang, segala2nya akan syaitan usahakan untuk menggoda kita..akan ditembusi walaupun sukar ranjaunya..itulah sifat syaitan yang kita sendiri imani..tetapi kekadang diri kita lalai..lalai memuhasabah diri ketika berada dalam kesenangan..kita hanya memuhasabah diri kita ketika dilanda kesusahan..ketika berada dalam kesempitan.. teruknya diri ini..kita selalu beringat dengan sikap riak, 'ujub, kibr tapi kita lupa dengan sikap ghurur..

Aun Ibn Abdillah (wafat 117H) berkata,
Saya kira, setiap orang yang sibuk dengan aib orang lain ialah dikarenakan ghaflah, lalai dari dirinya sendiri.

untuk renungan bersama..semoga Allah mensucikan diri kita, kerana Dialah sebaik-baik yang mensucikan. Dialah pemiliknya dan Tuannya.

November 28, 2009

setulus hati mereka

Bila EidulAdha semakin tiba....kisah Ibrahim dan Ismail AS semestinya akan didendangkan..

tika itu

tidak ada lagu raya...

tidak ada bunga api..

tidak ada kad raya..

hanya alkisah pengorbanan serta kasih sayang antara seorang bapa dan anaknya

ketaatan hambaNYA pada SANG PENCIPTANYA

Ibadah korban merupakan gambaran praktikal dari keikhlasan, ketaatan dan ketulusan hati yang tidak berbelah-bagi Nabi Ibrahim a.s dan anaknya Nabi Ismail kepada Allah Yang Maha Kuasa.


Firman Allah SWT yang bermaksud: Maka ketika anaknya itu sampai (ke peringkat umur yang membolehkan dia) berusaha bersama-sama dengannya, Nabi Ibrahim berkata: Wahai anak kesayanganku! Sesungguhnya aku melihat dalam mimpiku bahawa aku akan menyembelihmu. Apakah pendapatmu? Anaknya menjawab: Wahai ayah, lakukanlah apa yang diperintahkan kepadamu. In sya Allah, ayah akan mendapati aku termasuk orang-orang yang sabar. Lantas Kami menyerunya: Wahai Ibrahim! Engkau telah menyempurnakan maksud mimpi yang engkau lihat itu. Demikianlah sebenarnya Kami membalas orang-orang yang berusaha mengerjakan kebaikan. Sesungguhnya perintah ini adalah satu ujian yang nyata dan Kami tebus anaknya itu dengan seekor binatang sembelihan yang besar serta Kami kekalkan baginya (nama yang harum) di kalangan orang-orang yang datang terkemudian. (al-Soffaat: 101-108)


Ikhlas kerana Allah

Daripada Aisyah r.a., Nabi bersabda: "Berkorbanlah kamu dengan hati yang reda, sesungguhnya tiap-tiap muslim yang menghadapkan sembelihannya ke arah kiblat, maka darahnya, kotorannya dan bulunya itu adalah kebajikan dan bakti kepada timbangannya pada hari kiamat". (riwayat al-Baihaqi)


Dengan menyembelih binatang ternakan sebagai korban, seorang muslim telah merelakan sebahagian harta yang dimilikinya sebagai merealisasikan keikhlasan, ketaatan dan rasa kesyukuran melalui nikmat yang telah diberikan oleh Allah.


Firman Allah yang bermaksud: Sesungguhnya Kami telah mengurniakan kepadamu (Wahai Muhammad) kebaikan Yang banyak (di dunia dan di Akhirat). Oleh itu, kerjakanlah solat kerana Tuhanmu semata-mata, dan sembelihlah korban (sebagai tanda bersyukur). (al- Kauthar: 1-2)


Ibadah korban tidak hanya mengandungi dimensi ketaatan dan taqarrub seorang hamba kepada Khaliqnya (Allah) malah terkandung di dalamnya misi sosial sesama hamba. Kesediaan seseorang hamba untuk melakukan korban mencerminkan wujudnya pengakuan dalam dirinya akan hak-hak saudara muslimnya yang lain seterusnya dapat membugar tingkat sosial yang tinggi dalam masyarakat.


Rasulullah SAW melarang keras golongan berharta (golongan kaya) yang memiliki kemampuan melakukan ibadah korban tetapi enggan menunaikannya untuk bersama-sama menunaikan solat Aidiladha bersama jemaah di masjid.


Abu Hurairah r.a berkata, Rasulullah bersabda yang bermaksud: "Sesiapa yang memiliki kemampuan (dikurniakan rezeki yang melimpah-ruah ) dan tidak menyembelih, maka janganlah dia mendekati tempat solat kami". (Riwayat Ibn Majah dalam Sunannya)


Ukuran kemampuan tidak berdasarkan kekayaan yang dimiliki. Namun ia merujuk kepada kemampuan setiap individu iaitu setelah memenuhi keperluan rutin hariannya dia masih mempunyai lebihan wang untuk melakukan korban. Tengiang-ngiang lagi khutbah raya kat kampung aku...Golongan yang melakukan korban dianjurkan supaya mengagihkan dan memberi daging-daging sembelihan kepada 3bahagian iaitu bahagian pertama golongan yang kurang bernasib-baik seperti golongan fakir-miskin, saudara Islam yang sedang ditimpa musibah dan anak yatim dan selain mereka, bahagian kedua untuk sanak-saudara dan bahagian ketiga untuk diri sendiri.


Firman Allah yang bermaksud: Dan Kami jadikan unta (yang dihadiahkan kepada fakir miskin Mekah itu) sebahagian dari syiar agama Allah untuk kamu; pada menyembelih unta itu ada kebaikan bagi kamu. Oleh itu, sebutlah nama Allah (semasa menyembelihnya) ketika ia berdiri di atas tiga kakinya. Setelah ia tumbang (serta putus nyawanya), makanlah sebahagian daripadanya dan berilah (bahagian yang lain) kepada orang-orang yang tidak meminta dan yang meminta. Demikianlah Kami memudahkannya untuk kamu (menguasai dan menyembelihnya) supaya kamu bersyukur. Daging dan darah binatang qurban atau hadiah itu tidak sekali-kali akan sampai kepada Allah. Tetapi, yang sampai kepadaNya ialah amal yang ikhlas berdasarkan takwa daripada kamu. Demikianlah Dia memudahkan binatang-binatang itu bagi kamu supaya kamu membesarkan Allah kerana mendapat nikmat petunjuk-Nya. Dan sampaikanlah berita gembira (dengan balasan yang sebaik-baiknya) kepada orang-orang yang berusaha supaya baik amalnya. (al-Haj: 36-37)


Melalui penerimaan daging-daging korban sudah pasti akan terpancar rasa kasih sayang sesama insani. Golongan fakir yang dahulunya tidak pernah berkemampuan untuk mendapatkannya dek harganya yang mahal akhirnya mengecapi nikmat tersebut. Golongan yang berkemampuan pula akan bertambah tingkat kesyukuran mereka kepada Allah. Justeru ikatan yang terjalin sesama manusia hablum minan nas akan melahirkan satu struktur masyarakat yang kuat, berperibadi luhur, adil, sejahtera.


Sebagaimana sedekah, zakat dan ibadah sosial yang lain, ibadah korban mampu membersihkan sifat mazmumah seperti bakhil, 'ujub, dan takbur bagi golongan berkemampuan, dan perasaan cemburu dan hasad dengki bagi golongan fakir dan yang tidak berkemampuan.


Dari Al-Barra' ibn 'Azib r.a, Rasulullah SAW bersabda: "Empat jenis binatang yang tidak dianjurkan dalam ibadah korban iaitu buta sebelah matanya yang jelas butanya, sakit yang jelas sakitnya, tempang yang jelas bengkoknya, tidak mampu berjalan dan tidak mempunyai lemak (kurus)". (riwayat Abu Dawud di dalam Sunannya)


Jundub ibn Abdullah ibn Sufyan al-Bajali r.a berkata: Nabi SAW menunaikan solat pada hari al-Nahr (Aidiladha) kemudian berkhutbah lalu menyembelih (bintang) korbannya lantas bersabda: "Sesiapa yang menyembelih sebelum solat Aidiladha, sembelihlah yang lain sebagai penggantinya dan sesiapa yang belum menyembelih maka sembelihlah dengan nama Allah". (riwayat al-Bukhari di dalam Sahihnya)


Jabir r.a berkata: "Aku bersama Nabi SAW solat Aidiladha di musolla. Ketika selesai berkhutbah, baginda turun dari mimbar lalu dibawakan seekor kambing lantas baginda SAW menyembelihnya dengan tangannya sendiri sambil berkata: "Bismillah wallahu Akbar". Ini daripadaku dan daripada umatku yang belum menyembelih". (riwayat Abu Dawud di dalam Sunannya)


Anas r.a berkata: Rasulullah pernah melakukan korban dengan dua ekor kambing biri-biri yang bagus lagi bertanduk. Baginda menyembelih kedua-duanya dengan tangan baginda sendiri dengan menyebut nama Allah dan bertakbir sambil meletakkan kaki baginda pada lambung kedua-duanya. (riwayat al-Bukhari di dalam Sahihnya)


Daripada Jabir bin Abdullah r.a, katanya: Kami pernah menyembelih korban bersama-sama Rasulullah pada tahun perjanjian Hudaibiah untuk korban seekor unta atau korban seekor lembu, kami bersekutu tujuh orang. (riwayat Muslim di dalam Sahihnya)


Sabda Rasulullah SAW: Makan dan simpanlah serta sedekahkan daging korban itu. (riwayat Muslim di dalam Sahihnya)


Atha' ibn Yasar pernah bertanya kepada Abu Ayyub al-Ansari perihal cara melakukan ibadah korban pada zaman Rasulullah. Lantas Abu Ayyub menjawab: "Dahulu seseorang melakukan korban seekor kambing untuk dirinya dan keluarganya lalu mereka memakannya dan membahagikannya kepada orang lain". (riwayat al-Tirmizi di dalam Jami'nya)


Pendek kata, ibadah korban merupakan gambaran praktikal dari keikhlasan, ketaatan dan ketulusan hati yang tidak berbelah-bagi Nabi Ibrahim a.s dan anaknya Nabi Ismail kepada Allah Yang Maha Kuasa.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More